Selasa, 27 Desember 2011

Berbagi Ilmu di Seminar Nasional di Unika Atmajaya Jakarta

       Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Bimbingan dan Konseling Universitas Katolik Indonesia ATMAJAYA Jakarta menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertajuk "Peran Konselor dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus"
Seminar tersebut dilaksanakan pada  Sabtu, 26 November 2011 dari Pkl.07.00 sampai 16.00 WIB, bertempat di Aula D Unika Atma Jaya Jakarta Jl. Jenderal Sudirman No. 51 Jakarta Selatan.
          Seminar ini terbuka untuk umum jadi para peserta yang hadir  adalah dari berbagai kalangan, seperti  orang tua, mahasiswa, guru atau pendidik, konselor, dan  umum. Dari Sekolah Marie Joseph sendiri ada 3 orang yang mengikuti seminar ini, termasuk penulis.
Adapun Pembicara yang hadir adalah:
1. Prof. Dr. Mulyono Abdurrahman yang membawakan: Perspektif Pendidik Anak Berkebutuhan Khusus
2. Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo: Peran Konselor dalam Menangani Anak Berkebutuhan Khusus
3. Susanne Ramli Soetarjo: Pola Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus Menuju Kemandirian

Leaflet Seminar
           Gagasan Dasar dari seminar ini sendiri adalah agar melalui aspek bimbingan dan konseling kita bisa menyiapkan pendidikan dan masa depan anak berkebutuhan khusus.Diharapkan juga dapat memberikan pemahaman kepada orang tua, guru dan konselor mengenai pengelolaan pendidikan dan pendampingan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan kebutuhannya. Lebih lanjut, seminar ini hendak memberikan pengetahuan dan keterampilan penanganan anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan konseling kepada para konselor dan calon konselor.

        Meskipun seminar berlangsung hampir setengah hari , menurut saya secara keseluruhan berjalan dengan baik. Acara tidak membosankan, karena panitia dirasa sudah tepat dalam mengemasnya pun cukup  interaktif. Sesi cerasmah dan tanya jawab juga tidak monoton, pastinya dapat menambah dan berbagi ilmu. Pembicara dengan komunikatif dapat menerangkan, memberi masukan kepada penanya. Hal menarik lainnya setelah makan siang para peserta dihibur dengan penampilan (Talent Show) dari adik-adik ABK, cukup meriah! Menari, menyanyi dan membaca puisi dilakoni dengan baik oleh mereka, membuat kami kagum, karena di samping  keterbatasan yang ada mereka memiliki bakat yang luar biasa.
        Masukan yang terasa paling penting  dari pembicara untuk para pendidik atau guru di sekolah umum atau khusus ABK adalah selayaknya dapat memberikan assessment maupun diagnosa sejak awal, agar kita bisa menyusun rencana pembelajaran tersendiri baginya (dari kurikulum yang ada disesuaikan dengan hasil diagnosis anak).

       Saya secara pribadi sangat berterimakasih kepada pihak sekolah yang telah 'mengirim' saya sebagai wakil dari SD :) dan tentunya pihak Unika Atmajaya sehingga karena kami para peserta mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas lagi mengenai penanganan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus.

0 komentar: