Selasa, 03 Januari 2012

Semiloka PPR di SD MJ

       Kalau browse dan searching internet tentang sekolah-sekolah swasta bonafit di negara kita nda ada habisnya ya:) Apalagi yang mengusung pendidikan Katolik seperti menjamur dansemakin bersaing saja. Berbicara tentang pendidikan Katolik anak sejak dini, jadi ingat lagi Romo Hadisiswojo, SJ yang tanggal 20 Mei silam, mengadakan Semiloka PPR di SD MJ dengan tema "Mempersiapkan Anak Didik Secara Katolik" .

       PPR adalah Paradigma Pedagogi Reflektif yang asal muasalnya dari Paradigma Pedagogi Ignasian. Lumayan dapat pencerahan :D mulai sejarah SJ (Sarekat Jesus), Pedagogi Ignasian, sampai penerapan dan harapan PPR sendiri di dalam kurikulum sekolah...kayak belajar IPS,agama dkk ^__^ . 
Lanjut.. tujuan Pedagogi Ignasian yaitu membentuk pemimpin yang bersemangat, melayani, kompeten, berhati nurani jernih, memiliki kepedulian sesuai teladan JC...nah yang seperti ini nih yang harusnya ada di setiap kurikulum supaya anak-anak kita , generasi muda nda jadi koruptor besoknya (*-*)/

       Dilatarbelakangi PPI yang berasaskan pengalaman, interaksi dan refleksi guru-siswa, maka PPR juga mengedepankan pola pikir (paradigma) dan bertindak dalam pendidikan kemanusiaan yang menekankan refleksi.PPR juga dikembangkan untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan sosial.

      Dinamika PPR (by Bpk.Heribertus Priyono). PPR mendampingi peserta didik menjadi cerdas dan berkarakter, melalui pola pembelajaran dengan pengintegrasian masalah kehidupan , nilai-nilai kemanusiaan.
Bagaimana PPR sampai bisa menumbuhkembangkan pengetahuan dan sikap batin siswa?
* Karena terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran
* Pribadi siswa menjadi pribadi kristiani , terbentuk dari pola pikirnya
* Memfasilitasi siswa untuk membuat niat dan berbuat

     Setelah panjang lebar dijelaskan tentang point-point inti PPR yaitu : Refleksi, Aksi, Konteks, Pengalaman,dan Evaluasi. Di akhir dijelaskan bagaimana harapan PPR terhadap aplikatornya. Dengan berbasiskan PPR diharapkan adanya kesadaran ,kehendak sendiri dalam perubahan pola sikap. Ada juga rambu-rambu untuk guru :) yaitu:
*Guru tidak boleh memaksakan tata pikirannya sendiri
*Guru tidak bertindak sebagai pengajar melainkan motivator
*Guru perlu membimbing untuk lebih saling mengenal dan terbuka
*Guru menjadi teladan bagi peserta didik

           Dalam kurikulum PPR bisa dimasukkan ke dalam RPP yaitu :
*melalui RPP yang berlaku umum
*dengan cara menyisipkan nilai-nilai kemanusiaan , ini bisa disesuaikan dengan visi misi sekolah
*malalui pertanyaan yang sifatnya refleksi , misalnya setelah  pembelajaran,sesuai dengan materi
*melalui pertanyaan yang sifatnya aksi (aksi: kebutuhan batin manusia berdasar pada pengalaman yang sudah direfleksikan).

        Andai sebagian besar sekolah di Indonesia dapat mengusung paradigma ini, adalah mungkin kecemasan kita terhadap moral generasi yang akan datang dapat terhapus sedikit demi sedikit:)
          


0 komentar: