Create text online
Tampilkan postingan dengan label Kompetisi Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompetisi Blog. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Januari 2012

1st place @ Marie Joseph School Blog Competition 2012

January 14th 2012
yay take a pic with my friends ^__^


             Akhirnya berhasil mendapatkan Juara I di Kontes Blog Sekolah Marie Joseph 2012, mendapatkan Piala, Piagam dan uang tunai :) Saya pribadi masih perlu banyak belajar dari blog lover lain supaya blog ini lebih menarik dan bermanfaat untuk visitor :)
              Terima kasih saya ucapkan kepada pihak penyelenggara : Panitia SMP Marie Joseph dan sponsor Cyberkids. Semoga melalui lomba dan kegiatan-kegiatan  lain seperti ini bisa memotivasi para peserta untuk dapat berkreasi  dan berkarya khususnya untuk kemajuan edukasi (^_^).


Cheers n Regards, 
-Woelan-

Kamis, 12 Januari 2012

MJ Anniversary 8th on January 12, 2012

MJ elementary school teachers and Mgr.Ignatius Suharyo

Living in Harmony..
Holy Ceremony at Kim Taegon Church , Kelapa Gading with
Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo, 
to celebrate  
Marie Joseph School Anniversary 8th 
Kindergarten-Elementary-High-SeniorHigh Scool 
on January 12 , 2012
Big Thanks for the committee from MJ High School to the whole success session ^__^







Selasa, 03 Januari 2012

Semiloka PPR di SD MJ

       Kalau browse dan searching internet tentang sekolah-sekolah swasta bonafit di negara kita nda ada habisnya ya:) Apalagi yang mengusung pendidikan Katolik seperti menjamur dansemakin bersaing saja. Berbicara tentang pendidikan Katolik anak sejak dini, jadi ingat lagi Romo Hadisiswojo, SJ yang tanggal 20 Mei silam, mengadakan Semiloka PPR di SD MJ dengan tema "Mempersiapkan Anak Didik Secara Katolik" .

       PPR adalah Paradigma Pedagogi Reflektif yang asal muasalnya dari Paradigma Pedagogi Ignasian. Lumayan dapat pencerahan :D mulai sejarah SJ (Sarekat Jesus), Pedagogi Ignasian, sampai penerapan dan harapan PPR sendiri di dalam kurikulum sekolah...kayak belajar IPS,agama dkk ^__^ . 
Lanjut.. tujuan Pedagogi Ignasian yaitu membentuk pemimpin yang bersemangat, melayani, kompeten, berhati nurani jernih, memiliki kepedulian sesuai teladan JC...nah yang seperti ini nih yang harusnya ada di setiap kurikulum supaya anak-anak kita , generasi muda nda jadi koruptor besoknya (*-*)/

       Dilatarbelakangi PPI yang berasaskan pengalaman, interaksi dan refleksi guru-siswa, maka PPR juga mengedepankan pola pikir (paradigma) dan bertindak dalam pendidikan kemanusiaan yang menekankan refleksi.PPR juga dikembangkan untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan sosial.

      Dinamika PPR (by Bpk.Heribertus Priyono). PPR mendampingi peserta didik menjadi cerdas dan berkarakter, melalui pola pembelajaran dengan pengintegrasian masalah kehidupan , nilai-nilai kemanusiaan.
Bagaimana PPR sampai bisa menumbuhkembangkan pengetahuan dan sikap batin siswa?
* Karena terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran
* Pribadi siswa menjadi pribadi kristiani , terbentuk dari pola pikirnya
* Memfasilitasi siswa untuk membuat niat dan berbuat

     Setelah panjang lebar dijelaskan tentang point-point inti PPR yaitu : Refleksi, Aksi, Konteks, Pengalaman,dan Evaluasi. Di akhir dijelaskan bagaimana harapan PPR terhadap aplikatornya. Dengan berbasiskan PPR diharapkan adanya kesadaran ,kehendak sendiri dalam perubahan pola sikap. Ada juga rambu-rambu untuk guru :) yaitu:
*Guru tidak boleh memaksakan tata pikirannya sendiri
*Guru tidak bertindak sebagai pengajar melainkan motivator
*Guru perlu membimbing untuk lebih saling mengenal dan terbuka
*Guru menjadi teladan bagi peserta didik

           Dalam kurikulum PPR bisa dimasukkan ke dalam RPP yaitu :
*melalui RPP yang berlaku umum
*dengan cara menyisipkan nilai-nilai kemanusiaan , ini bisa disesuaikan dengan visi misi sekolah
*malalui pertanyaan yang sifatnya refleksi , misalnya setelah  pembelajaran,sesuai dengan materi
*melalui pertanyaan yang sifatnya aksi (aksi: kebutuhan batin manusia berdasar pada pengalaman yang sudah direfleksikan).

        Andai sebagian besar sekolah di Indonesia dapat mengusung paradigma ini, adalah mungkin kecemasan kita terhadap moral generasi yang akan datang dapat terhapus sedikit demi sedikit:)
          


Selasa, 27 Desember 2011

Berbagi Ilmu di Seminar Nasional di Unika Atmajaya Jakarta

       Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Bimbingan dan Konseling Universitas Katolik Indonesia ATMAJAYA Jakarta menyelenggarakan Seminar Nasional yang bertajuk "Peran Konselor dalam Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus"
Seminar tersebut dilaksanakan pada  Sabtu, 26 November 2011 dari Pkl.07.00 sampai 16.00 WIB, bertempat di Aula D Unika Atma Jaya Jakarta Jl. Jenderal Sudirman No. 51 Jakarta Selatan.
          Seminar ini terbuka untuk umum jadi para peserta yang hadir  adalah dari berbagai kalangan, seperti  orang tua, mahasiswa, guru atau pendidik, konselor, dan  umum. Dari Sekolah Marie Joseph sendiri ada 3 orang yang mengikuti seminar ini, termasuk penulis.
Adapun Pembicara yang hadir adalah:
1. Prof. Dr. Mulyono Abdurrahman yang membawakan: Perspektif Pendidik Anak Berkebutuhan Khusus
2. Prof. Dr. Mungin Eddy Wibowo: Peran Konselor dalam Menangani Anak Berkebutuhan Khusus
3. Susanne Ramli Soetarjo: Pola Pendampingan Anak Berkebutuhan Khusus Menuju Kemandirian

Leaflet Seminar
           Gagasan Dasar dari seminar ini sendiri adalah agar melalui aspek bimbingan dan konseling kita bisa menyiapkan pendidikan dan masa depan anak berkebutuhan khusus.Diharapkan juga dapat memberikan pemahaman kepada orang tua, guru dan konselor mengenai pengelolaan pendidikan dan pendampingan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan kebutuhannya. Lebih lanjut, seminar ini hendak memberikan pengetahuan dan keterampilan penanganan anak berkebutuhan khusus melalui pendekatan konseling kepada para konselor dan calon konselor.

        Meskipun seminar berlangsung hampir setengah hari , menurut saya secara keseluruhan berjalan dengan baik. Acara tidak membosankan, karena panitia dirasa sudah tepat dalam mengemasnya pun cukup  interaktif. Sesi cerasmah dan tanya jawab juga tidak monoton, pastinya dapat menambah dan berbagi ilmu. Pembicara dengan komunikatif dapat menerangkan, memberi masukan kepada penanya. Hal menarik lainnya setelah makan siang para peserta dihibur dengan penampilan (Talent Show) dari adik-adik ABK, cukup meriah! Menari, menyanyi dan membaca puisi dilakoni dengan baik oleh mereka, membuat kami kagum, karena di samping  keterbatasan yang ada mereka memiliki bakat yang luar biasa.
        Masukan yang terasa paling penting  dari pembicara untuk para pendidik atau guru di sekolah umum atau khusus ABK adalah selayaknya dapat memberikan assessment maupun diagnosa sejak awal, agar kita bisa menyusun rencana pembelajaran tersendiri baginya (dari kurikulum yang ada disesuaikan dengan hasil diagnosis anak).

       Saya secara pribadi sangat berterimakasih kepada pihak sekolah yang telah 'mengirim' saya sebagai wakil dari SD :) dan tentunya pihak Unika Atmajaya sehingga karena kami para peserta mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas lagi mengenai penanganan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus.

Senin, 26 Desember 2011

Natal Ceria!


Semangat Natal masih terasa,...Masih teringat beberapa hari lalu, hangat dan cerianya Natal sudah terasa di kelas-kelas kami sebelum libur sekolah :)  Semua murid antusias menghias kelasnya ..menarik dan indah jadinya! :D yah setidaknya bisa membuat mereka menjadi tambah semangat  dan tidak suntuk saat belajar di kelas ^-^
 

Nice! Good job kiddo..!

Minggu, 18 Desember 2011

Yuk Mendesain Poster Diri Sendiri (^__^)

                  

*Pendidikan Karakter , Bimbingan Konseling untuk Siswa SD Kelas 5 : Aku Bercita-Cita. Penerbit Kanisius

Lokakarya dengan Koran Anak Berani


         Beberapa bulan lalu,  tepatnya   29 Juli 2011, sekolah kami dikunjungi oleh tim Koran Anak BERANI. Dengan Bapak Doni Koesoema A, M.Ed sebagai tutor yang difasilitasi oleh Koran Berani, kami para guru diberikan pelatihan singkat mengenai pengembangan pendidikan karakter untuk anak. Lokakarya ini berupa Pelatihan Mengubah READING LITERACY ke MORAL LITERACY
Koran BERANI (Berita Anak Indonesia) sendiri adalah Koran anak pertama di Indonesia, yang terbit sejak tanggal 8 April 2006. Isinya yang sarat pengetahuan dengan ilustrasi dan gambar yang menarik membuat anak-anak di SD Marie Joseph gemar membacanya.


             Setidaknya terdapat 7 tahap persiapan pengajaran membaca, yaitu:
1. Seleksi, di sini adalah tahap awal kita mencari artikel dengan intensitas moral tinggi
2. Menilai, tahap kita melihat kriteria-kriteria moral. Point penting tahap ini mengusung: prinsip berbuat baik, tidak mengubah yang sudah baik menjadi lebih jika tidak baik, perlakukan individu sebagai dirinya sendiri.
3. Mengenali , mengenali nilai moral
4. Memilih, tahap di mana kita memilih pesan moral yang ingin dibahas bersama
5. Mengajar , pengajaran tentang nilai-nilai
6. Menghubungkan dengan pengalaman
7. Evaluasi dan refleksi, tahap yang memerlukan aspek kognitif, afektif dan psikomotorik dari peserta didik.

       Pada kesempatan ini juga , pengajar diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi dengan menggunakan artikel dari Koran BERANI. Melalui lokakarya ini diharapkan guru dapat mengembangkan budaya membaca  ke arah moral literacy kepada anak didiknya.
 
Kunjungi website Koran Anak BERANI di  www.berani.co.id

Jumat, 16 Desember 2011

Selamat Berlibuuuur!

Kami Cinta Sekolah Marie Joseph

Selamat berlibur untuk seluruh siswa, guru dan karyawan MJ :) !! Jangan lupa untuk mendaftar dan berpartisipasi dalam Blog Kompetisi Marie Joseph
"Like" Fan page FB Sekolah Marie Joseph dan follow akun twitter nya @mariejosephsch
Atau baca peraturan selengkapnya di sini
Good luck ! \(^o^)/

Kamis, 15 Desember 2011

Bermain Surat Warisan :)

            Setelah mengerjakan tugas, saatnya bermain :) Bahan dan alat yang diperlukan kertas kecil (1 lembar bisa dibagi  menjadi 6-8 bagian) dan alat tulis.
Seperti biasa, terapkan Peraturan permainan, seperti:
*saat permainan berlangsung tidak boleh ribut
*tulis dengan rapi, supaya mudah dibaca
*tidak boleh membuka kertas sebelum ada aba-aba untuk dibuka

1.Tulisalah nama di kertas (cukup nama panggilan), kemudian lipat kertas sampai menutupi tulisan. Setelah ada aba-aba tukarkan dengan teman secara acak.
2. Di bawah lipatan tulislah 1 nama benda yang muncul di dalam pikiran saat itu. Lipat dan tukar.
3. Tulislah keterangan jumlah / kuantitas. Contoh : 5 buah, 10 kg, 600 ons. Lipat , tukar.
4. Tulis satu nama teman di dalam kelas (cukup nama panggilan). Lipat dan tukarkan kembali secara acak.
5. Kemudian tulis di bawah lipatan 1 keterangan keadaan. Contoh: baik, pecah, bersih , kotor, dan sebagainya
6. Setelah dilipat dan ditukar, terakhir dengan aba-aba bukalah kertas yang ada di tangan masing-masing.


Cara membaca:
Saya yang bertandatangan di bawah ini : nama_________ dengan ini memberikan/ mewariskan______ sebanyak_______ kepada________dalam keadaan________. Mohon agar dapat dijaga dengan sebaik-baiknya.

Mintalah anak membacakan satu per satu setelah itu  kembalikan kertas kepada si pemilik.

*Permainan diadaptasi dari buku 77 Permainan Asyik 2 , Penerbit Yayasan Andi

Rabu, 14 Desember 2011

Seminar Brain Management

          Pada tanggal 10 September 2011 yang lalu , perwakilan tenaga pengajar dari  Sekolah Marie Joseph KB, TK, SD, SMP, SMA mengadakan sebuah seminar bertempat di Aula SMP Marie Joseph. 
Seminar yang  bertajuk "Teaching & Learning Revolution with Brain Management" tersebut dibawakan apik oleh Bpk Ir.Sutanto Windura,LBI yang sejak tahun 2002 mendalami ilmu memory skill dan learning management.

      Apa yang menjadi latar belakang masalah diadakannya seminar semacam ini adalah kurangnya pengertian kita dalam menggunakan kemampuan otak. Hal inilah yang berkaitan dengan metode pelaksanaan kurikulum yang acap kali tidak 'optimal'. Atau seperti bahasa Bpk. Sutanto Brain Based Curriculum , yaitu 1.keadaan di mana adanya miss-management otak , 2. manusia baru menggunakan sekitar <1% kapasitas otaknya , dan 3.cara-cara mengajar yang membuat anak merasa 'full' dalam otaknya. Dipaparkan pula mengenai cara kerja otak kiri dan kanan >>otak kanan berkaitan dengan visual sedangkan otak kiri menyangkut segala hal berkaitan dengan kata-kata.

         Pada intinya Prinsip Manajemen Otak adalah: 1. menggunakan kedua belah otak (otak kiri dan kanan) 2. menggunakan otak sesuai cara kerjanya (dasar kerja otak adalah visual / gambar) 3.Belajar bagaimana cara belajar / How To Learn. Inilah prinsip dari Revolusi Belajar sendiri yaitu bagaimana kita bisa merubah dari What To Learn menjadi How To Learn
*Contoh What To Learn : paradigma orangtua mengajarkan anaknya supaya anaknya pandai. Cara belajar anak yang linear / beruntut, misalnya buku catatan sesuai pertemuannya.
*Contoh How To Learn  : jika nilai ulangan anak jatuh , diterapkan teknik mengingat, teknik belajar yang berbeda dari sebelumnya, sesuai kemampuan si anak sesungguhnya.

          Pada tingkatan selanjutnya adalah  peran Mind Map yang memudahkan kita dalam mengaplikasikan kurikulum yang ada. Penampilan Mind map adalah gambar (visual) tentang 1 tema tertentu dengan banyak ranting-ranting yang  di sekelilingnya yang berhubungan dengan gambar utama di tengah. Jika melihatnya sekilas akan nampak seperti otak dan saraf-sarafnya.
Mind map bisa digunakan oleh siapa saja untuk belajar , dari anak kecil sampai orang dewasa. Kita bisa juga menggunakan Asosiasi Pikiran , teknik ini bisa digunakan misalnya untuk anak yang kurang menyukai pelajaran menghafal, mungkin dengan menggunakan asosiasi tubuh atau lainnya anak akan lebih mudah belajar dan lebih menyukai pelajaran tersebut.
Dan pada akhirnya, dapat disimpulkan bahwa What to Learn + Hot to Learn + Brain Operating System penting digunakan dalam KBM, mengarahkan anak dalam berpikir kritis, logis sekaligus imajinatif.
 




 

SD Marie Joseph mengucapkan 
    Selamat Hari Natal 2011
       dan 
     Selamat Tahun Baru 2012 

           Kepada segenap Siswa, Guru dan Karyawan TK-SD-SMP-SMA Sekolah Marie Joseph 
   Semoga Berkat Tuhan selalu melimpahi kita semua.Amin.

Selasa, 13 Desember 2011

Kesadaran Lingkungan

           Tema kepedulian dan kesadaran lingkungan banyak dibincangkan saat ini. Pengenalan kesadaran lingkungan diajarkan kepada anak sejak dini , seperti yang diagendakan suster  Putri-putri Cinta Kasih Canossianuntuk untuk siswa SD MJ  saat retret 3 Desember 2011 lalu.
            
             Kini melalui pelajaran Pendidikan Karakter, kesempatan bagi siswa kelas 6 untuk berpikir kritis terhadap keadaan lingkungan kita saat ini. Pertanyaan yang diberikan adalah seputar keseharian siswa di rumah atau di luar rumah.
Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota 3- 4 orang. Di sini diharapkan kelompok aktif bertukar pendapat, dan tiap anak mampu  menyumbangkan ide untuk kelompoknya.

Beberapa pertanyaan yang diajukan adalah
1. Seberapa seringkah rumah membuang sampah?
2.Apa sajakah efek / masalah yang ditimbulkan dari sampah plastik di rumah?
3. Mengapa terjadi pola kebiasaan buruk dalam masyarakat dalam menangani sampah?
4.Gambarlah desain baru pembuangan limbah rumah tangga, sehingga mengurangi polusi air sungai dan tanah!
Contoh Pencemaran Lingkungan
                                                     Lingkungan sehat Sekolah Marie Joseph

Rangkuman jawaban dari kelompok yang ada hampir sama, yaitu sebagai berikut:
1.rata-rata rumah  membuang sampah (dari dalam ke penampungan yang paling besar) 3- 5 kali sehari.
2.- Sampah plastik atau sampah lainnya pada umumnya membuat dapur menjadi bau sehingga   tempat sampah banyak dikerubungi lalat. -Plastik juga cepat mencemari lingkungan -Mengurangi kesuburan tanah karena plastik sulit didaur ulang
3.-Masyarakat beranggapan sampah merupakan masalah yang sepele dan penyelesaiannya mudah sehingga masalah sampah dianggap biasa.
- Karena tidak ada peraturan dan sanksi yang  benar-benar tegas dari pemerintah
- Masyarakat menganggap sampah merupakan masalah yang seharusnya diurus oleh pihak pemerintah dan mereka tidak mau ikut repot menyelesaikannya.
4. Contoh desain sederhana dari salah satu kelompok
Desain Kelompok 3 kelas VI C





"Mimpi 3 Anak Cemara"

      Judul ini diambil dari homili Romo Duma, dalam pelayanannya kepada SD Marie Joseph. Romo memimpin Misa Akhir Semester hari ini Selasa, 13 Desember 2011 pada Pkl.08.00 bertempat di Aula SMP Marie Joseph.

Saat Homili

        Dalam homilinya Romo menceritakan sebuah kisah menarik tentang impian 3 anak pohon cemara. Inilah kisahnya
 
       Jaman dahulu kala di suatu hutan, hiduplah 3 anak cemara. Satu hari beranganlah mereka akan keinginannya jika besar kelak. Cemara Pertama, berkeinginan untuk menjadi peti kayu yang dapat menyimpan harta benda dan barang berharga pemiliknya. Berkatalah cemara Kedua "aku ingin menjadi sebuah kapal pesiar yang dapat ditumpangi oleh para saudagar kaya sampai ke negeri seberang" . Tetapi anak cemara Ketiga tidak menginginkan apapun, ia hanya ingin menjadi dirinya sendiri. Kedua temannya pun hanya terheran.

              Bulan dan tahun pun bergulir, tibalah masa dewasa si ketiga cemara. Sampai di satu pagi, datanglah seorang penebang yang ingin mengambil kayu cemara. Ia memilih pohon cemara Pertama, dan dibawanya pulang. Sesampainya di rumah, ia pun menghaluskan kayunya, dan ia berniat untuk  membentuknya sebagai tempat pakan ternak. Maka pasrahlah ia. 
Satu malam di musim dingin, di saat orang terlelap, tersebutlah pasangan yang mencari tempat berlindung, mereka meletakkan bayinya di atas tempat pakan ternak itu. Cemara pertama pun takjub, saat satu bintang terang tiba-tiba menyentuh hangat dirinya dengan sinar berkilau. Ia pun terharu dan bersyukur.

             Tahun kembali bergulir, datanglah seorang nelayan menebang si cemara Kedua. Ia membutuhkan kayu untuk mengolahnya menjadi sebuah perahu layar untuk melaut. Begitulah kesehariannya ia menemani tuannya melaut Satu hari yang cerah saat ia sedang berada di tepi danau besar, datanglah seorang Guru menghampiri. Mereka pun berlayar. Sekonyong-konyong bergemuruhlah ombak disertai angin kencang, inilah hal yang paling ditakutinya. Di tengah deru suara angin lamat-lamat ia mendengar Sang Guru Bijak mengucapkan kata, dan ajaib redalah semuanya! Ia pun berterimakasih dan bersyukur.

                Tinggalah si cemara Ketiga yang masih berdiri kokoh, beberapa tahun kemudian akhirnya ia pun ditebang oleh seorang pengumpul kayu. Sang penebang menyimpannya di dalam sebuah gudang menjadi tumpukan kayu yang siap pakai. Tiba satu hari, di tengah keriuhan kota , datang beberapa prajurit mendobrak pintu gudang tadi. Mereka mengambil kayu si cemara Ketiga untuk dijadikan salib. Si cemara hanya pasrah dan turut sedih, manakala ada Seseorang dihujat serta  tubuhnya dipaku di atasnya. Seketika gelaplah semesta , langit bergemuruh dan dari tempatnya ia melihat semua orang berlutut kepadanya. Ia seakan tak percaya, dan bersyukurlah ia akan perjalanan hidupnya.

*Bermimpilah dan maknailah hidupmu sbab ada rencana Tuhan yang indah bagimu...

Senin, 12 Desember 2011

Perkenalan Sederhana dari SD Marie Joseph

Inilah sepenggal cuplikan dari Sekolah kami tercinta SD Marie Joseph Kelapa Gading, Jakarta Utara.Selamat menyaksikan:)


Minggu, 11 Desember 2011

Kegiatan Retreat SD Marie Joseph


       Salah satu kegiatan rutin yang diadakan SD marie Joseph adalah retreat. Retreat tahun 2011 ini diadakan wajib bagi seluruh siswa kelas 5. Retret diselenggarakan di Rumah Retret Cannnosa beralamat di Wisma Jl. Jl. Bakhita, Jurangmangu Timur, Pondok Karya, Bintaro, Jakarta.

        Retreat berlangsung selama 3 hari 2 malam yaitu dari tanggal 3 - 5 Desember 2011. Sekitar 65 lebih siswa dari 3 kelas mengikuti retret ini. Dengan bimbingan dari para suster  Figlie Della Carita Canossiane, berbagai kegiatan menarik yang sarat pengetahuan dan menebalkan iman diberikan bagi mereka di sana. 

       Beberapa kegiatan  mulai dari  ceramah , kerja kelompok , dinamika kelompok dengan berbagai games seru, makan bersama sampai dengan renungan malam , pastinya membuat mereka tidak akan pernah lupa akan pengalamannya di sana. Terimakasih kami ucapkan kepada Kepala SD MJ Sr.M.Elisa KFS serta segenap guru pendamping (Ibu Yuni , Ibu Tina, Pak Paul, Pak Anton, Pak Nugroho, Bu Sisca dan Pak Sunu) atas bimbingan terhadap anak didik selama di RR , sehingga acara retret dapat berlangsung dengan baik dan lancar.

       *Berikut ini beberapa dokumentasi selama berlangsungnya acara retret 








Jumat, 09 Desember 2011

MADING SD MARIE JOSEPH

     SD Marie Joseph selalu berusaha mengadakan kegiatan yang bersifat cerdas - kreatif dan membangun karakter bagi siswanya. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain berupa ekstrakulikuler seperti menari, musik, melukis dan Pramuka

       Selain ekskul, pada event atau hari besar nasional juga diadakan beberapa kegiatan misalnya menghias kelas atau majalah dinding (mading) . Demi meningkatkan motivasi anak dalam menuangkan karyanya kegiatan tersebut biasanya dilombakan antar kelas. Kategori lomba dibagi menjadi 2 yaitu : untuk siswa kelas I - III dan IV - VI.

        Nilai yang diharapkan dapat tertanam  dalam diri siswa melalui berbagai kegiatan di atas antara lain : 1.dapat mendalami makna dari hari besar tertentu , 2.kerjasama tim  3.kebanggaan akan tuangan ide pribadi dalam karya yang ditampilkan.

        Berikut  ini beberapa penampilan mading SD Marie Joseph dalam rangka HUT RI ke 66  , 17 Agustus 2011 :



*Doc.pribadi


Kamis, 08 Desember 2011

Bermain sambil Belajar di Pendidikan Karakter

         Saat saya masuk ruang kelas, anak-anak kelas 4 SD Marie Joseph  itu sudah duduk, tapi masih saja ada yang berisik. Untuk mengalihkan perhatian mereka saya umumkan hari ini seperti biasa ada permainan. Kelas riuh, mereka bersorak.Memang senang sekali jika saya masuk karena selalu ada permainan sesuai tema pelajaran saat itu.
Sedikit sulit memang mendiamkan anak-anak. Untuk sampai ke permainan, saya ajukan syarat : mereka harus duduk menyimak materi hari Kamis itu.
        Hari itu kami membahas tentang sifat-sifat dan ciri-ciri fisik yang dimiliki diri sendiri dan teman. Saya menjelaskan beberapa sifat selain 'baik' atau 'suka menolong' seperti yang umumnya mereka sebut. 
Contoh-contoh sifat seperti: ambisius, kalem, sportif, tidak mau mengalah, egois dan sebagainya. Sedangkan contoh ciri-ciri fisik misalnya : rambut lurus, rambut panjang, hidung mancung, kulit sawo matang dan sebagainya. Setelah sesi pertanyaan dibuka, dan mereka mengerjakan LKS di buku Pendidikan Karakter untuk Siswa Kelas 4 SD :  Aku Suka Bertanya kami masuk ke bagian yang dinanti-nanti, Games!

Buku Pendidikan Karakter Kelas 4 SD
           Peraturan dan Alat yang diperlukan: 
1. tidak boleh ribut saat permainan
2. apapun yang ditulis nanti tidak boleh mengejek atau menyakiti perasaan orang lain
3. kreatiflah saat menulis.
4. alat yang diperlukan adalah kertas kecil (1 lembar kertas bisa berbagi dengan 3 teman lain) dan pena / pulpen

            Cara Bermain:
1. tuliskan nama pada kertas (cukup nama panggilan) secara vertikal, jika sudah lipat kertas tersebut.
2. pada hitungan ketiga tukarkan dengan teman yang lain
3. setelah masing -masing mendapat kertas teman . Pilih satu huruf  dari nama yang tercantum di sana, dan tuliskan sifat atau ciri orang tersebut.
 Contoh: R I N A >> ambil huruf R >> tulis di huruf R = Rapi orangnya
4. Lipat kembali dan pada hitungan ketiga tukarkan lagi dengan teman yang lain, begitu seterusnya sampai huruf di kertas habis. Di akhir permainan masing-masing anak bertugas membacakan hasilnya dan mengembalikan kertas pada teman yang tertera dalam kertas.
        Dari permainan sederhana hari itu anak-anak mendapat  pengetahuan mengenai sifat dan ciri-ciri seseorang, mengenal teman lebih dekat, serta yang terpenting belajar untuk menghargai perbedaan yang ada.




Sekolah Marie Joseph dalam Jiwa Kami

Beberapa Koleksi Piala SD Marie Joseph
Kami berlari ,bergurau, dan belajar
di sini ..di sekolah kami
Dengan seragam merah putih
Kami mungkin belum tau tentang kesukaran hidup
Tapi kami tau tentang belajar 
dan tentang bagaimana membanggakan nama sekolah kami.

Satu saat kami bersenang-senang
Satu saat kami harus berpeluh
Ujian dan berbagai kegiatan bergulir dalam hari

 
Sekolah menyenangkan, itulah yang ditanamkan guru kami
Karena guru kami memberi yang terbaik bagi kami
Bakat kami berkembang, mereka buat kami tak bimbang
Adalah keinginan kami juga menjadi anak yang Cerdas, Kreatif ,Ceria dan Mandiri
    



Kami belajar kami berdoa,
Lihatlah kami berkarya dan kelak kami berjaya,
Karena sampai kapanpun Sekolah Marie Joseph ada dalam jiwa kami...

Rabu, 07 Desember 2011

Satu Hari di SD Marie Joseph

             Satu langkah lagi kaki ini sampai di halaman SD Marie Joseph. Beberapa anak berlari dengan tergesa.
Kulirik jam di tangan pukul 06.30, lamat-lamat terdengar suara bel yang dilanjutkan dengan Mars Marie Joseph dan kidung pagi. Ternyata mereka sedang berdoa pagi yang dipimpin oleh Guru Piket melalui pengeras suara.
SD Marie Joseph tampak depan

   Kuikut bersenandung...amat menentramkan hati mendengar nyanyian bersemangat dari mulut-mulut kecil mereka.
SD Marie Joseph beralamat di Jl.Puspa Gading Blok H2 no.2,Kelapa Gading, Jakarta Utara.Sekolah ini berdiri sejak tahun 2005 silam.
          Sekolah yang dikepalai oleh Dominika, S.Ag (Sr.Maria Elisa, KFS)  ini baru saja mendapatkan Nilai Akreditasi A beberapa waktu lalu, dan berhasil  meluluskan anak didiknya yaitu  Angkatan I pada bulan Mei 2011.
          Saya berhasil menemui beliau di tengah kesibukannya mengajar kelas I dan II. Saya disambut ramah dan dipersilahkan memasuki ruangan Kepsek yang nyaman di Lantai Dasar.

           Saya banyak bertanya tentang sekolah ini secara umum. Saya begitu penasaran dengan usianya yang masih terbilang muda sekolah ini bisa dikatakan sukses, dan cukup dikenal di masyarakat. Menurut Sr.Elisa hal ini dikarenakan mereka segenap guru dan karyawannya tidak pernah berhenti berusaha untuk meraih yang lebih baik dan melayani secara optimal demi keberhasilan peserta didiknya. Menurutnya semua itu sesuai dengan tujuan utama Yayasan yang menaunginya yaitu Yayasan Amkur (Amal dan Kurban) .
          Beberapa saat kemudian saya diajak berkeliling sekolah berlatnai lima ini.Sambil bercerita saya diperlihatkan berbagai penunjang kegiatan KBM. Mulai dari Ruang kelas yang nyaman, Laboratorium IPA dan Komputer, Perpustakaan, Ruang BK , Ruang Doa Bersama, sampai kantin yang bersih membuat saya tak henti berdecak kagum. Tak heran mengapa siswa di sini banyak yang berhasil menorehkan prestasi atau juara di berbagai lomba.
               Bel sekolah kembali berteriak, kulihat jam dinding sekolah sudah menunjukkan 11.40 WIB, ternyata saatnya siswa pulang. Mengapa waktu terasa cepat sekali berlalu di sekolah ini. Sebelum undur diri, saya mengikuti doa Sesudah Kelas Berakhir  dari microfon bersama Sr.Elisa di ruangannya. Dalam hati saya berdoa semoga satu saat nanti bisa berkunjung lagi ke sekolah ini.

*Penulis adalah Guru BK di SD MJ